BULAN
SEBAGAI SATELIT BUMI
Bulan
merupakan benda langit yang terdekat dengan bumi dan beredar mengelilingi bumi
dari arah barat-timur atau arah negative. Sementara berevolusi
mengelilingi bumi, bulan juga berputar pada porosnya dengan kecepatan tertentu.
Selain berotasi pada sumbunya dan berevolusi mengelilingi bumi, bersama-sama
dengan bumi bulan juga beredar mengelilingi matahari. Dengan demikian bulan
melakukan tiga macam gerakan dalam waktu sama. Waktu perjalanan bulan dari
konjungsi sampai kedudukan konjungsi lagi disebut satu bulan sinodik, sama
dengan 29,5 hari. Peredaran sinodik bulan sebenarnya lebih dari perjalanan satu
lingkaran. Hal ini karena bumi juga berevolusi mengelilingi matahari. Lamanya
satu bulan siderik adalah 27,33 hari, jika kita tinjau pergeseran bumi, bumi berevolusi
mengelilingi matahari dalam waktu 365 hari, sehingga dalam waktu satu hari bumi
menempuh lintasan sekitar satu derajat.
Info
Mengenai Bulan :
Tekstur
Bulan : Kasar Berlubang akibat tumbukan dengan benda angkasa
Diameter
Bulan : 3.474 km
Jarak
rata-rata ke bumi : 384.403 km / 30 diameter bumi
Rotasi
Bulan terhadap Porosnya : 27,3 hari
Revolusi
Bulan mengelilingi bumi (periode sideris) : 27,3 hari
Jarak
Bulan Purnama ke Purnama (periode sinodis) : 29,5 hari
Air
: Tidak Ada
Kehidupan
: Tidak Ada
Kunjungan
Manusia ke bulan : Pernah
BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI
Bulan sebagai satelit Bumi, memiliki orbit berbentuk
elips.
|
Bulan merupakan benda
langit yang beredar mengelilingi bumi, disebut juga sebagai satelit bumi. Bulan
berbentuk bola,massa bulan 1/81 massa bumi, diameter bulan ¼ diameter bumi,
gaya grafitasi bulan 1/6 gravitasi bumi, jarak bulan terhadap bumi kurang lebih
384.403 km.
Dalam tata surya kita bulan bersama-sama bumi beredar mengelilingi matahari, bulan juga berotasipada sumbunya.
Permukaan bulan yang kelihata dari bmi selalu teap, halini disebabkan period rotasi bulan sama dengan period revolusi bulan (dalam mengelilingi matahari). Period peredaran bumi disebut satu bulan dan dn dari dua jenis,yaitu : satu bulan sderis (27,33 hari) dan satu bulan sinoderis atau komariah (29,5 hari).
Dalam tata surya kita bulan bersama-sama bumi beredar mengelilingi matahari, bulan juga berotasipada sumbunya.
Permukaan bulan yang kelihata dari bmi selalu teap, halini disebabkan period rotasi bulan sama dengan period revolusi bulan (dalam mengelilingi matahari). Period peredaran bumi disebut satu bulan dan dn dari dua jenis,yaitu : satu bulan sderis (27,33 hari) dan satu bulan sinoderis atau komariah (29,5 hari).
Akibat bulan mengelilingi bumi dan bersamaisama bumi mengelilingi
matahari maka bulan akan kelihatan dari bumi dengan buntuk fase :
• Bulan baru/ bulan mati
Bulan berada diantara maahari dan bumi (ketiganya garis)
• Bulan baru/ bulan mati
Bulan berada diantara maahari dan bumi (ketiganya garis)
• Kuartir pertama
Bulan telah beredar kearah perempatan yang pertama.
• Bulan purnama (kurtir kedua).
Bulan berada di belakang bumi.
Bulan berada di belakang bumi.
Jadi, kedudukan matahari – bumi – bulan segaris.
• Kuartir ketiga
Peredaran bulan sampai pada perempatan ketiga.
Peredaran bulan sampai pada perempatan ketiga.
Di bulan ada bagian–bagian yang kelihatan agak gelap, halus, dan
datar yang dahulunya dianggap sebagai laut aau maria.
Ternyata sebenarnya adalah daratan yang kering dan halus
permukaannya terlihat pula kawah–kawah. Kawah ini terjadi karena volkanisme,
tetapi mungkin juga karena tabrakan meteor.
Dibulan terdapat barisan-barisan pegunungan,daratan
tinggi,rangkaian kawah dan rengkahan-rengkahan.
Bulan tidak mempunyai angkasa.
1. Bumi tidak dapat merambat di bulan.
2. Langit di bulan hitam kelam,tidak seperti di bumi langitnya biru.
3. Suhu pada permukaan bulan dapat berubah dengan cepat, bagian bulan yang mendapat sinar matahari suhunya dapat smpi 110 derajat cecius sebaliknya bagian bulan yang tidak mendapat sinar matahari suhunya dapat sampai -173 derajat celcius.
4. Di bulan tidak mengenal siklus air, karena tidak dijumpai air.
2. Langit di bulan hitam kelam,tidak seperti di bumi langitnya biru.
3. Suhu pada permukaan bulan dapat berubah dengan cepat, bagian bulan yang mendapat sinar matahari suhunya dapat smpi 110 derajat cecius sebaliknya bagian bulan yang tidak mendapat sinar matahari suhunya dapat sampai -173 derajat celcius.
4. Di bulan tidak mengenal siklus air, karena tidak dijumpai air.
Bulan adalah salah satu benda angkasa selain bintang yang bersinar
pada malam hari.
Manusia dengan teknologinya sudah bisa mencapai bulan. Manusia
pertama yang menapakkan kakinya adalah astronout dari Rusia yang bernama
Y.Gagarin dan Neil Armstrong.
Bulan merupakan satelit bumi yang berputar pada porosnya dan
mengitari matahari sesuai dengan arah putar matahari. Bulan 400 kali lipat
lebih dekat dengan bumi jika dibandingkan dengan matahari. Selain itu juga
lebih kecil 400 kali lipat dari matahari.
Bulan mempunyai diameter (garis tengah) 2.160 mil atau 3.476 km. Jarak antara bulan dengan bumi adalah 238.860 mil (384.400 km). Jarak antara bulan dengan matahari adalah 92.761.140 mil (149.615.600 km).
Bulan mempunyai diameter (garis tengah) 2.160 mil atau 3.476 km. Jarak antara bulan dengan bumi adalah 238.860 mil (384.400 km). Jarak antara bulan dengan matahari adalah 92.761.140 mil (149.615.600 km).
Permukaan bulan bertabur batu dan terdiri dari hamparan
titik-titik kawah yang tak terhitung jumlahnya. Diperkirakan umur bebatuan
tersebut 4.420.000.000 tahun.
Dua Kawah yang diketahui terletak pada permukaan bulan dinamakan
“Copernicus” dan “Tycho”.
Bulan berotasi setiap 27 ½ hari, tetapi karena gerakan perputaran
bumi, bulan memerlukan waktu lebih yaitu 29 ½ hari untuk kembali pada posisinya
semula.
Ketika bulan mengelilingi bumi, kita hanya melihat hanya setengah
dari cahaya bulan. Bulan kelihatan berubah bentuknya. Inilah yang disebut
dengan Bulan baru
Bulan adalah tetangga terdekat Bumi dalam antariksa. Bulan juga
benda paling cemerlang dalam langit malam, bukan karena terdiri dari gas
menyala seperti matahari, melainkan karena memantulkan cahaya matahari.
Fase Bulan
Pada beberapa malam bulan berupa bola sempurna ynag bercahaya,
sedangkan pada malam lain hanya berupa sepotong perak.
Namun demikian bentuk dan ukuran bulan tak berubah. Yang berubah
hanyalah penampakkannya, sepadan dengan bertambah dan berkurangnya permukaan
bulan yang disinari matahari. Perubahan panampakkan bulan disebut fase.
Tatkala bulan berada diantara Bumi dan Matahari, sisinya yang
gelap menghadap ke Bumi, sehingga bulan tidak tampak.
Fase gelap Bulan ini dinamakan Bulan Muda.
Segera sesudah bulan muda, bulan sabit yang mirip benang terlihat
di langit barat sesudah matahari tenggelam. Sabitnya menjadi semakin lebar hari
demi hari hingga menjadi Bulan separuh. bulan dikatakan mengembang bila
ukurannya nampak bertambah besar. Fase ini disebut pekan pertama.
Kira-kira tujuh hari sesudah pekan pertama, atau 14 hari sesudah
bulan muda, bulah telah berpindah ke suatu titik, sehingga bumi terletak
diantara bulan dan matahari. Seluruh sisi bulan yang diterangi matahari menjadi
nampak; fase ini dinamakan bulan purnama. Bulan purnama ini tepat berlawanan
dengan bulan muda.
Bulan terbit pada langit pagi di timur dan tenggelam di barat
sekitar matahari terbit.
Sesudah bulan purnama, bulan mulai menyusut (menjadi lebih kecil),
melewati tahap bulan separuh, yang disebut pekan terakhir, dan akhirnya kembali
fasa bulan muda. Bulan separuh yang bertambah besar disebut bulan separuh yang
sedang menggembang. Bulan yang menciut disebut bulan separuh yang lagi
menyusut.
Bulan memerlukan 29½ hari untuk menamatkan satu peredaran
mengelilingi Bumi. Bulan berjalan bersama bumi selama bumi mengedari matahari.
Namun sewaktu terbit dan tenggelam gerakannya seolah-olah dari timur ke barat,
karena putaran bumi lebih cepat daripada peredaran bulan mengelilingi bumi.
Bulan sabit Bulan sesudah lima
hari Bulan sesudah sepekan
Bulan sesudah 10 hari Bulan sesudah 13 hari Bulan purnama
Bagaimana Matahari, Bumi dan Bulan bergerak ?
Tanpa disadari sebenarnya kita selalu berputar dimuka bumi ini sesuai dengan bumi dan tata surya. Sistem tata surya kita yang terdiri dari 9 planet, bulan, komet (asteroid) sering disebut juga tubuh atau anggota benda-benda angkasa, dimana seluruh benda angkasa tersebut bergerak secara tetap. Pusat dari benda-benda angkasa atau tata surya kita adalah Matahari. Matahari berputar pada porosnya / berotasi selama 25 hari. Bumi yang merupakan planet ketiga dari Matahari, berputar pada porosnya dalam jangka waktu 24 jam. Inilah yang menyebabkan adanya siang dan malam. Selain berputar pada porosnya bumi juga berputar mengelilingi matahari atau disebut juga evolusi. Jalur bumi untuk mengitari matahari disebut dengan “Orbit”.
Untuk mengelilingi matahari, bumi memerlukan waktu selama 365 ¼ hari atau kira-kira 1 tahun. Demikian juga dengan bulan. Bulan berevolusi 27 ½ hari. Tetapi karena bumi juga berputar, membuat bulan memerlukan waktu lebih untuk kembali pada posisinya semula. Bulan merupakan tetangga terdekat Bumi dalam tata surya. Permukaannya bertabur batu dan terdiri dari hamparan titik-titik kawah yang tak terhitung jumlahnya. Terkadang selama dalam jalur orbitnya, bulan dan bumi menjadi satu garis atau sejajar. Ketika hal ini terjadi maka inilah yang disebut dengan Gerhana.
Tanpa disadari sebenarnya kita selalu berputar dimuka bumi ini sesuai dengan bumi dan tata surya. Sistem tata surya kita yang terdiri dari 9 planet, bulan, komet (asteroid) sering disebut juga tubuh atau anggota benda-benda angkasa, dimana seluruh benda angkasa tersebut bergerak secara tetap. Pusat dari benda-benda angkasa atau tata surya kita adalah Matahari. Matahari berputar pada porosnya / berotasi selama 25 hari. Bumi yang merupakan planet ketiga dari Matahari, berputar pada porosnya dalam jangka waktu 24 jam. Inilah yang menyebabkan adanya siang dan malam. Selain berputar pada porosnya bumi juga berputar mengelilingi matahari atau disebut juga evolusi. Jalur bumi untuk mengitari matahari disebut dengan “Orbit”.
Untuk mengelilingi matahari, bumi memerlukan waktu selama 365 ¼ hari atau kira-kira 1 tahun. Demikian juga dengan bulan. Bulan berevolusi 27 ½ hari. Tetapi karena bumi juga berputar, membuat bulan memerlukan waktu lebih untuk kembali pada posisinya semula. Bulan merupakan tetangga terdekat Bumi dalam tata surya. Permukaannya bertabur batu dan terdiri dari hamparan titik-titik kawah yang tak terhitung jumlahnya. Terkadang selama dalam jalur orbitnya, bulan dan bumi menjadi satu garis atau sejajar. Ketika hal ini terjadi maka inilah yang disebut dengan Gerhana.
Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan
bulan serta berada dalam satu garis. Hal ini menyebabkan hanya sebagian kecil
sinar matahari yang mencapai bulan.
Selama gerhana bulan kita dapat melihat bayangan bumi pada bulan
dengan menggunakan teleskop. Pada gerhana matahari, bulan berada di antara bumi
dan matahari. Bila hal ini terjadi maka sebagian sinar matahari ke permukaan
bumi tertutupi oleh bulan.
Selama gerhana matahari, sebenarnya bulan membuat dua bayangan
terhadap bumi. Bayangan pertama di sebut dengan “Umbra” yang hanya mencapai
sebagian kecil permukaan bumi. Bayangan lainnya disebut “Penumbra” , dimana
bayangannya mencapai bumi lebih besar dari “umbra”. Hal ini menyebakan secara
perlahan langit menjadi gelap.
Jika bulan dan matahari berada pada satu garis yang sempurna, maka
disebut Gerhana Total. Gerhana matahari total hanya dapat dilihat dari daerah
permukaan bumi yang terkena bayangan “umbra”. Gerhana Total sangat jarang
terjadi. Mungkin seseorang hanya dapat menyaksikannya sekali dalam seumur
hidupnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar